Perempuan Sulteng Diminta Lebih Aktif
Media Alkhairaat
Kesetaraan Gender
Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta kaum perempuan agar lebih aktif di lingkungan sekitar atau tempat kerjanya agar tidak selalu dianggap kalah oleh kaum pria.
Petani Rumput Laut Gagal Panen
PALU – Petani rumput laut yang berada di kawasan perairan Teluk Palu merana, usaha mereka tak lagi bisa memberikan penghidupan bagi mereka dikarenakan kekurangan bibit serta adanya gangguan penyu. Hal itu diungkapkan Jawi salah seorang petani rumpaut laut yang berada di Watusampu Kecamatan Palu Barat.
PEKAN BUDAYA SULTENG
Media Alkhairaat
Gubernur : Potensi Laut Untuk Kesejahteraan Rakyat
Ampana – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Longki Djanggola meminta kekayaan laut Sulteng dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian rakyat. Sumberdaya kelautan merupakan potensi nonagrobisnis yang hingga saat ini yang belum dikelola secara optimal, namun Gubernur memberikan apre-siasi dengan adanya usaha-usaha untuk memanfaatkan hal tersebut.
Ekspansi Sawit
Pada awalnya kelapa sawit berasal dari Afrika, Sebenarnya kelapa sawit hanya menjadi tanaman hias pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Tapi pada perkembangannya akhirnya banyak ahli yang menemukan bahwa ternyata sawit banyak mengandung manfaat yang sangat dibutuhkan oleh manusia, Tandan Sawit (buah) bisa dipakai menjadi bahan kosmetik, minyak kelapa, pengganti energi (yang tidak diperbaharui), dll. Sehingga menjadi penting bagi produsen dan yang paling banyak membutuhkan adalah Eropa.
Perempuan dan Ekonominya
Media alkhairaat, 11 Maret 2011
Penulis : Siti Nuryati
MEMPERINGATI Hari Perempuan Se-Dunia setiap 8 Maret, dunia masih menganggap yang paling memikul beban kemiskinan adalah kaum perempuan. Beban ini semakin bertambah berat karena perempuan tidak dapat mengakses kesempatan ekonomi, pemilikan lahan, dan lain-lain.
MANGROVE
Mangrove adalah tumbuhan pepohonan yang hidup di antara laut dan darat yang dipengaruhi pasang surut air lut (pesisir) dan hidup di daerah rawa dan berlumpur.
TERUMBU KARANG
Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang saling bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga, sedangkan yang dimksud dengan simbiosis ialah interaksi organisme yang hidup berdampingan. Yang berfungsi sebagai pelindung ekosistem.
PADANG LAMUN
Padang lamun adalah ekosistem khas laut dangkal diperairan hangat dengan dasar pasir dan didominasi lamun, sekelompok tumbuhan anggota bangsa alismatales yang beradaptasi di air asin. Padang lamun berfungsi untuk melengkapi ekosistem mangrove dan terumbu karang perairan laut dangkal, ini sangat potensial sebagai sumber makanan biota kecil, biota omnivora, serta biota pemakan hijauan.
Kain Kulit Kayu : Kerajinan Khas Masyarakat Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah
http://asalehudin.wordpress.com
1. Asal Usul
1. Asal Usul
Pakaian merupakan salah satu pencapaian kebudayaan manusia. Ia tidak saja dibuat untuk melindungi tubuh dari dinginnya malam dan teriknya matahari (fungsi perlindungan), serta perhiasan (fungsi keindahan), tetapi juga sebagai bentuk pemenuhan terhadap kebutuhan spiritualnya. Berkelindannya nilai-nilai tersebut dapat ditemukan pada Kain Kulit Kayu yang dibuat oleh masyarakat Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.
Yang Kami Minta Hanyalah
Yang kami minta hanyalah sebuah bendungan saja
Penawar musim kemarau dan tangkal bahaya banjir
Mengais Rezeki, Berharap Uluran Tangan Orang
Media Alkhairaat
Palu - Warga kelurahan Donggala Kodi Dusun Kalora Idona (46) bersama anaknya Sali (20) dan sejumlah masyarakat Kalora lainnya tampak duduk manis di trotoar lampu merah pertokoan jalan Hasanuddin, menunggu uluran tangan dan belas kasihan pengguna jalan yang melintas untuk memberikan sedikit sede-kah uang kepada mereka.
Palu - Warga kelurahan Donggala Kodi Dusun Kalora Idona (46) bersama anaknya Sali (20) dan sejumlah masyarakat Kalora lainnya tampak duduk manis di trotoar lampu merah pertokoan jalan Hasanuddin, menunggu uluran tangan dan belas kasihan pengguna jalan yang melintas untuk memberikan sedikit sede-kah uang kepada mereka.
Sarung Donggala
Sarung Donggala adalah kain tenun khas daerah Donggala , yang disebut Buya Sabe
Bunyi hentakan balida yang bertemu dengan pasak alat tenun tradisional adalah bunyi suara khas Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Donggala. Balida adalah sebuah kayu ulin atau ebony panjang yang menjadi pemberat di tengah lipatan kain tenun saat penenun memasukkan benang-benang.
Bunyi hentakan balida yang bertemu dengan pasak alat tenun tradisional adalah bunyi suara khas Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Donggala. Balida adalah sebuah kayu ulin atau ebony panjang yang menjadi pemberat di tengah lipatan kain tenun saat penenun memasukkan benang-benang.
Kasus KDRT di Sulteng Makin Meningkat
Media Alkhairaat (Januari 2009)
Palu-Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Provinsi Sulawesi Tengah yang terjadi sepanjang tahun 2008 meningkat tajam jika dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Polda Sulteng, seperti dilansir antara, jumat, menyebutkan jumlah kekerasan yang dilaporkan warga pada tahun 2008 sebanyak 632 kasus.
Palu-Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Provinsi Sulawesi Tengah yang terjadi sepanjang tahun 2008 meningkat tajam jika dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrim) Polda Sulteng, seperti dilansir antara, jumat, menyebutkan jumlah kekerasan yang dilaporkan warga pada tahun 2008 sebanyak 632 kasus.
PIU Kab. Donggala
Kabupaten Donggala adalah salah satu kabupaten yang berada diwilayah Propinsi Sulawesi Tengah yang memiliki luas wilayah sebesar 10.471,71 kilometer persegi dan secara geografis terletak pada 0,30o LU sampai dengan 2,20o LS dan 119,45o sampai dengan 121,45o BT dengan batas wilayah administrasi sebagai berikut :
Tenun Indah dari Donggala
DALAM literatur sejarah, Donggala merupakan daerah yang telah ramai dikunjungi sejak ratusan tahun silam. Para saudagar dari berbagai negeri bukan hanya membeli hasil bumi, melainkan juga karya tenun yang terkenal sangat baik. Mereka menyebutnya buya sabe. Karya tangan para wanita Donggala ini telah memperkaya khasanah fashion asli Indonesia.
Perempuan Donggala Masih Kuat Tradisi Tenun Buya Sabe
[TITIKEMBUN] ~ Kota Donggala di Kabupaten Donggala ditawarkan sebagai salah satu tujuan wisata Sulawesi Tengah. Dari Kota Palu, ibukota Provinsi Sulawesi Tengah, perjalanan menuju Donggala bisa ditempuh tidak lebih dari satu jam naik mobil karena jaraknya hanya 40 kilometer. Bila Anda belum pernah mendengar namanya, ambil buku ‘Tenggelamnya Kapal Van der Wijck’ yang ditulis tahun 1938 oleh Buya Hamka, ulama dan budayawan yang besar namanya. Atau bacalah ‘Tetralogi Pulau Buru’ sajian sastrawan Pramoedya Ananta Toer.
Di kedua buku itu, nama Donggala disebut sebagai tempat singgah para pelaut Nusantara dan mancanegara. Donggala memang identik dengan kota pelabuhan. Kota tua ini pernah menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda kala mana pelabuhannya dijadikan pelabuhan niaga dan penumpang. Tidak heran masih banyak bangunan tua tersisa di kota ini.
Di kedua buku itu, nama Donggala disebut sebagai tempat singgah para pelaut Nusantara dan mancanegara. Donggala memang identik dengan kota pelabuhan. Kota tua ini pernah menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda kala mana pelabuhannya dijadikan pelabuhan niaga dan penumpang. Tidak heran masih banyak bangunan tua tersisa di kota ini.
Bebaskan Perempuan dari Buta Aksara
Kaum perempuan masih tetap terpinggirkan dalam persoalan aksara. Tak percaya ?, lihat saja data Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan RI tahun 2007 menunjukkan penduduk dewasa di atas 15 tahun mengalami buta aksara mencapai 10.1 juta jiwa tau sekitar 6,2 persen dari jumlah penduduk dewasa.
Diperlukan Regulasi Hak-hak Perempuan
Media Alkhairaat (April 2010).
Palu - Untuk meningkatkan peran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan berbagai bidang, perlu adanya regulasi yang mengatur tentang hak-hak perempuan.
Palu - Untuk meningkatkan peran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan berbagai bidang, perlu adanya regulasi yang mengatur tentang hak-hak perempuan.
Yang Kami Minta Hanyalah
Yang kami minta hanyalah sebuah bendungan saja
Penawar musim kemarau dan tangkal bahaya banjir
Langganan:
Postingan (Atom)
Dwi Ningsih Andryani. Diberdayakan oleh Blogger.
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "



